Gegap gempita Olympiade Olahraga di Beijing yang mengantar Maria Kristin Ke Semifinal Bulutangtkis tunggal putri (olah raga yang masih menyisakan harapan untuk Indonesia menang dan tersenyum…), juga di tradisikan perayaannya oleh Google dengan Logo-nya yang gonta-ganti dengan tema Olah raga yang di pertandingkan di Beijing tersebut.
Ditulis dalam Riset Kecil-kecilan | yang berkaitan 2008, Beijing, Logo Google, olahraga, Olympiade, Olympic | 1 Komentar »
Ada yang udah punya rencana untuk liburan Merdeka tanggal 18 Agustus ntar?
Gramedia dan KOMPAS.com mengadakan survei
on-line berhadiah. Survei dapat diikuti dengan mengklik banner survei belanja online yang ada disitusnya Kompas atau Gramedia.
Iseng-iseng ngisi liburan, sapa tahu dapat hadiah…
Check this one out!
Ditulis dalam Uncategorized | yang berkaitan Gramedia, Kompas, Kuis Survey | 2 Komentar »
Winnetou – Awal Petualangan (Buku I)
Jika Anda penggemar Karl May tentu tidak asing lagi dengan judul buku ini. Winnetou memang sebuah kisah klasik petulangan yang sepertinya tak lekang oleh waktu meskipun penulisnya telah meninggal tahun 1912 yang lalu.
Kali ini penerbit Read! Publishing House (Kelompok Mizan) menerbitkan seri petualangan Tokoh Karl di Novel Komik Winnetou dengan gaya bahasa yang “trendy” dan tentu saja banyak diselipkan humor-humor di setiap percakapan tokoh-tokohnya.
Didasari dengan alur cerita yang kuat dan karakter tokoh yang kuat pula, kemudian disampaikan dengan bahasa yang yang renyah membuat novel ini terasa sangat menarik dan tidak akan bisa berhenti begitu membacanya. Serta ditambah ilustrasi komik cerita dengan gambar yang relatif bagus membuat novel ini semakin punya nilai lebih.
Pada Buku Satu ini, diceritakan kisah awal petualangan Karl, seorang pemuda dari Jerman yang sedikit punya sifat narsis memulai petualangannya di Amerika Utara. Di wilayah itu yang pendudukanya disebut yankee, ada istilah untuk orang pendatang yaitu Greenhorn.
Greenhorn itu apaan ya? Hemm..apakah Anda bisa meraba apa arti istilah Greenhorn versi Anda? Kalo menurut Karl dan penduduk setempat, Green adalah istilah yang berarti hijau (yaiyalah..! masak artinya coklat..), masih muda atau belum pengalaman, horn artinya alat peraba. Greenhorn bisa diibaratkan sebagai ngengat muda yang alat perabanya belum matang sehingga harus bertindak ekstra hati-hati. Dengan kata lain Greenhorn adalah istilah lain untuk kata tolol dan tidak bisa apa-apa.
“Seperi Rocker, Greenhorn juga manusia yang punya rasa, punya hati dan suatu waktu harus pergi membeli mesiu.Tapi tahu tidak?! Ketika menembak untuk pertama kalinya, dia baru sadar kalo yang di belinya bubuk arang. Gak-gak-gak…”(hal.9)
Coba cermati kalimat pertamanya, itu kan mirip lirik salah satu kalimat di lagunya Sirius Band yang berjudul “Rocker Juga Manusia” ada-ada saja kerjaan penyunting naskahnya Winnetou ini!
Sebagai pendatang, Karl sangat lekat dengan olok-olok sebagai Greenhorn. Meskipun keyantaanya Karl tidak setolol yang mereka kira. Di wilayah tersebut Karl bertemu dengan seorang pembuat senapan bernama Henry, yang awalnya sangat meremehkan Karl. Dia membuat serangkaian test untuk Karl seperti test menembak, menjinakkan kuda liar serta pengetahuan tentang tanah. Dan ternyata dari test-test tersebut Karl lulus dengan sempurna! Namun semua kekaguman itu Henry sembunyikan dihadapan Karl. Karena Henry memiliki sebuah rencana untuk Karl, sebuah rencana besar yang sama sekali diluar dugaan Karl!
Rencana besar apakah itu? Di Buku satu ini Anda bisa tahu rencana besar tersebut.
Winnetou – Guru Suku Apache (Buku 2)
Melanjutkan Seri Winnetou Buku Satu, Pada Buku Dua yang berjudul Guru Suku Apache ini, mengantarkan Karl bertemu dengan suku Indian Apache. Tidak tanggung-tanggung Karl bertemu langsung dengan pimpinan tertinggi suku tersebut yaitu Klekih Petra, serta Bapak dan Anak petinggi suku tersebut Intschu Tschuna dan anaknya Winnetou.
Kisah kedua ini diawali dengan kekecewaan Karl akan proyek rel kereta Api yanng ditanganinya di wilayah suku Apache. Dia kecewa dengan segala kelakuan rekan kerja tim-nya yang cenderung malas dan lebih senang bermabuk-mabukan daripada bekerja. Untungnya dia masih memiliki Sam Hawkens seorang Westman yang lumayan bisa diajak kerja sama.
Dimulailah petualangan baru bersama Sam, berburu Bison, menangkap Mustang yang akhirnya dapat seekor Bagal (blasteran kuda dengan keledai), hingga tak sengaja berburu Beruang Grizzly yang besar, ganas dan mengerikan.
Sehabis berburu bison ini ada percakapan konyol antara Sam Hawkens dengan Stone:
“Kalu kita berdua ikut pemilihan cover boy, setidaknya aku bakal masuk sebagai finalis. Sedangkan kamu, masuk semi fnalis saja tidak! Hihihhi…”(hal. 33)
Emang di jaman itu udah ada pemilihan cover boy-cover boy-an ya?! hehehehhe…
Akhir perburuan Beruang Grizzly yang akhirnya mati ditikam Karl menimbulkan konflik internal dengan rekan sekerjanya Rattler yang sejak awal memang tidak menyukainya. Pertengkaran itu berhenti sejenak begitu ada 3 orang suku Apache yang datang mendekat. Ke-3 orang suku Apache yang tak lain adalah pejabat tinggi suku tersebut akhirnya menyulut pertengkaran antara Suku Apache dan rombongan penggarap proyek rel kereta api yang ada Karl di dalamnya.
Adu mulut terus berlangsung hingga peristiwa yang sangat tidak diharapkan terjadi. Peristiwa apakah itu?
Winnetou – Suku Kiowa (Buku 3)
Inilah Seri ke 3 dari buku Winnetou. Yang melibatkan Karl dengan dua suku Indian paling berpengaruh yaitu Suku Apache dan Suku Kiowa. Jika Suku Apache dalam kisah ini adalah suku yang baik hati dan menyukai persaudaraan dan perdamaian, maka suku Kiowa adalah kebalikannya, mereka adalah suku yang suka merebut hak orang lain alias merampok dan mencuri dan menyukai peperangan.
Perbedaan mendasar ini rupanya terjadi karena pihak orang Amerika atau yang biasa disebut suku muka pucat membeli barang-barang dari suku Indian dengan mahal sehingga membutakan mata Suku Kiowa yang memang dasarnya suka mencuri, untuk medapat barang seperti kuda dan lain-lain dengan cara menjarah milik orang lain untuk dijual.
Setelah insiden beruang yang mati tertikam pisau Karl dan kematian Klekih Petra karena ditembak Rattler, menyebabkan dendam kesumat bagi suku Apache pada kelompok proyek rel kereta api-nya Karl. Di saat yang tengah genting tersebut, Sam Hawkens kabetulan bertemu “teman lama” yaitu suku Kiowa. Sam mengerti Suku Kiowa bukan sekumpulan teman yang baik namun demi mengetahui mereka bermusuhan dengan suku Apache, tentu situasi ini bisa dimanfaatkan.
Strategi disusun, rencana dibuat, pekerjaan dikerjakan secepat-cepatnya sekuat tenaga. Dengan rapi dan cermat Karl dan Sam memutar otak bagaimana bisa selamat dari suku Apache sekaligus dari suku Kiowa yang suka menjarah barang.
Hingga malam yang ditunggu-tunggu tiba. Suku Apache yang berjumlah sekitar 50 orang menyerang ke markas Karl. Suku Apache sudah tahu bahwa suku Kiowa sedang bercokol juga di wilayah itu. pertumpahan darahpun tak bisa dihindari. Suku Apache terdesak hingga Winnetou dan Ayahnya tertangkap.
Akankah Winnetou dan ayahnya bisa selamat dari suku Kiowa yang bengis dan kejam? Buku Tiga Winnetou ini mengungkapkan liku-liku petualangan Winnetou dan Karl dengan sangat apik.
Cheerz
Eviwidi
——————————————————————
Karl Friedrich May (1842-1912)
Adalah penulis kelas dunia berdarah Jerman yang karya-karyanya diterbitkan dalam berbagai bahasa dan banyak dibicarakan orang dari masa ke masa. Winnetou merupakan karya bertema petualangan dan salah satu yang terlaris sepanjang zaman. Kisah petualangan seorang pemuda Eropa ini memiliki penggemar yang tak terhitung lagi jumlahnya.
image: www.nytimes.com
Ditulis dalam Resensi Buku Fiksi | yang berkaitan Apache, Indian, Karl May, Kiowa, Winnetou | 2 Komentar »
Heboh masalah kotak hitamnya Adam Air, ditanggapi beberapa pejabat perhubungan bahwa hal itu ditengarai diragukan keasliannya.
Namun apa sebenarnya yang melandasi beredarnya rekaman kotak hitam Adam Air tersebut di masyarakat, kalo misalnya itu paslu siapa yang punya waktu lebih untuk sekadar membuat rekaman tersebut?
Kalo sekedar iseng, itu rasanya sangat keterlaluan.
Saya sudah beberapa kali naik Pesawat Adam Air dan sering kali merasakan ketidak nyamanan ketika menggunakan Jasa penerbangan tersebut. Namun saya masih bersyukur tidak mengalami hal mengerikan saat pesawat tersebut “menghilang”. Jika saya kecewa “hanya” karena beberapa hal, seperti delay hampir 3 jam dengan Adam Air, apalagi keluarga yang ditinggalkan saat pesawat tersebut “menghilang” di Majene?
Publikasi mengenai rekaman kotak hitam tersebut pasti sangat melukai beberapa pihak yang terkait.
Asli atau tidaknya rekaman tersebut sepertinya hanya yang mempublikasikan dan Allah yang tahu.
Semoga tidak ada lagi kejadian yang memperburuk wajah penerbangan kita di masa yang akan datang. Amien.
Berita dari SCTV
Ditulis dalam Bad News is a Good News? | yang berkaitan Adam Air, black Box, jatuhnya, Majene, pesawat, rekaman | Tidak ada komentar »
Masih ingat Novel Twilight? Yep, ini adalah sekuel kedua seri Romantisme kisah cinta antara Vampire dan Manusia, Bella Swan dan Edward Cullen.
Berhubung ini novel cinta-cintaan yang ‘dibungkus’ dengan kisah-kisah yang masih menjadi mitos dimasyarakat jadi tentu saja kisah romannya bertebaran di sana-sini disetiap sudut kisah.Dan tidak ketinggalan ketegangan ketegangan dengan mahluk-mahluk jadi-jadian..(gilee.pengulangan kata-katanya banyak banget ya..:p)
Kisah diawali dengan cerita Bella yang akan ulang tahun, Edward punya rencana untuk membuat perayaan ulang tahun Bella yang ke-18. Berbagai rencana disusun namun Bella menolak mentah-mentah semua rencana perayaan Ultah-nya dan tak mau menerima hadiah sekalipun. Karena dengan ulang tahun yang ke-18 ini menandakan dia berumur “lebih tua” setahun dari Edward yang berumur “17”.
Ditulis dalam Resensi Buku Fiksi | yang berkaitan Bella Swan, Edward cullen, New Moon, Quilette, Stephenie Meyer, Vampire, Volturi, Votrerra | 7 Komentar »
Setelah lama tidak muncul, penulis Novel laris Saman ini kembali menelorkan sebuah Novel yang mengangkat tema Spiritualisme Kritis. Yang didalamnya terdapat perdebatan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan hal spiritual, seperti mistis, takhayul, sesajen dan juga kehidupan beragama monotheisme.
Jika di rumuskan secara kelompok, ada dua kubu yang ditampilan disini, kubu yang menghargai dan mempercayai takhayul, adat istiadat, sesajen dll, sementara kubu yang lain yang disebut modern yang tidak lagi mempercayai hal-hal takhyul.
Lantas apa hubungannya dengan Bilangan Fu? Apasih Bilangan Fu itu?
Ditulis dalam Resensi Buku Fiksi | yang berkaitan Ayu Utami, Bekakak, Bilangan Fu, Larung, Nyi Rara Kidul, Parang Jati, resensi Novel, Saman | Tidak ada komentar »
Poligami. Mendengar istilahnya saja sudah membuat alis bertaut dan saat ini sepertinya kasus poligami menjadi polemik tak berujung di negeri ini. Apalagi lagi saat sosok public figure yang semula begitu dicintai dan di hormati, melakukanya juga..arghh…
Membaca Novel berjudul Istana Kedua karya Asma Nadia ini juga memunculkan polemik yang sama dalam mindset-ku. Tapi sepertinya, kisah yang terjadi di kisah novelnya Teh Asma ini cukup menyedot pikiranku…
Terlebih, saat penyebutan lokasi setting ceritanya, itu tempat aku tinggal beberapa waktu lalu..di Bogor! Kalo pernah ke Bogor, pasti tahu banget yang namanya IPB dan Baranangsiang. Dan tempat ketemuan waktu Arini Reuni dengan temen-temen kost-nya aku curigai tempatnya adalah Botani Square atau Bogor Trade Mall alias BTM yang emang ada tempat makan atau Pujasera di teras Mall bagian atas. Jadi bisa makan sambil memandang cakrawala…(halah..)
Ditulis dalam Resensi Buku Fiksi | yang berkaitan resensi buku, Asma Nadia, Novel Dewasa, Poligami, Islam | 3 Komentar »
Saat jalan-jalan ke Blog-nya Dewi Lestari, aku baca-baca artikel tentang kisah perjalanan Dee waktu di Bali, dengan gambar sawah padi yang hijau dan penataan terasering yang terkenal itu…uhhhuhuhuu..jadi pengeeenn..
Dee bercerita tentang beberapa tradisi yang ada sana berkaitan dengan petanian itu. Awalnya ngebanding-bandingin proses pertanian di Bali yang masih sangat-sangat konvensional, bila di bandingkan dengan system pertanian yang ada di luar negeri.
Namun setelah melakukan riset kecil-kecilan, ternyata ada proses ritual yang memang seperti itu. Karena menjaga keseimbangan antara alam dan manusia yang selama ini luput dari pemikiran orang-orang modern.
Yang paling menarik adalah ritual saat padi sedang hamil,istilahnya Biyukukung.. bisa aja nih orang Bali…:D.
Aku teringat banget, kalo saat makan, kemudian gak habis, entah kenapa aku selalu seperti ada “sesuatu” yang membisikkan dan aku musti minta maaf sama makanan yang gak kuhabiskan. Secara nalar sih, sebenernya aku juga merasa feeling guilty kalo gak ngabisin makanan apalagi kalo sampai di buang..hikss…
Jadi jika gak habis akau selalu bilang dengan tampang bersalah dan melas: “Nasi..aku mohon maaf ya..aku gak bisa ngabisin kamu, karena aku sudah Kenyang..”
Hmm…setelah baca tulisan Dee, sepertinya aku gak bakalan nyia-nyiain lagi si Nasi sebutir-pun..(hiks..bisa gak yaa..?!) Doakan yaa….(diucapkan kayak mau ikut Benteng Takeshi).
Yang pengen baca selengkapnya, tancap ajah di blog-nya Mba’ Dewi
Cheerz
-Evi-
Ditulis dalam Blog Walking | yang berkaitan Bali, Biyukukung, Dee, dewi lestari | 2 Komentar »
Itulah kalimat pembuka Film Sex And The City (SATC).
Sebenernya saya hampir tidak pernah mengikuti serial Sex and The City (SATC) sewaktu masih tayang di tv. Jadi bagi penggemar serial ini, maaf sebelumnya jika resensinya nanti mungkin kurang mewakili, karena saya bukan penggemar serial ini. Saya Cuma kebetulan nonton ajah, dan ingin meresensi film yang abis saya tonton di Ekalokasari-Bogor, itu aja sih.
Ditulis dalam Resensi Film | yang berkaitan Chris Noth, Cyntia Nixon, Kim Cattral, Kristin Davis, Sarah Jessica Parker, SATC, Sex and the City, The Movie | 1 Komentar »








